Self Reflection (Bahasa)

Hello semua ❤️

Udah lama ya ngga nulis soal “Girl’s Talk”.

Been busy with events and product reviews lately.

Lalu ditengah kesibukan sambil jagain anak, aku jadi belajar dan merenung banyak hal.

Iya lohhh jadi seorang ibu malah bikin waktu “self reflection” nya banyak, dan cuman dari mengamati si baby.

Aku jujur aja lupa, kayaknya aku pernah nulis hal serupa udahan yah. Tapi aku sambil nemenin si Darren, lagi-lagi hati dan kesadaran aku jadi terketuk kembali.

Aku sering banget ngga sabaran. Semua pingin instant. Kalo nunggu proses itu kayaknya kok lama dan ngga kunjung dateng. Sampe kadang mikir, “aduhhh ini doanya manjur ngga si… didengerin dan bakal dijawab ngga si” 😂

Lalu aku ngeliat ke anak aku, Darren.

Aku ngajarin dia minum dari sedotan itu susah banget loh. Trainingnya lama. Dan adanya sedotannya digigit atau dibuang sama dia. Lumayan putus asa dan nyerah akhirnya aku biarin aja berhenti latian.

Selang 2 bulan tanpa training, satu hari aku iseng kasih dia minum pake straw lagi. And he surprised me! Dia bisa minum dengan lancar 😊

Lalu sama halnya kayak waktu Darren tiba-tiba jalan sendiri, berdiri sendiri, tengkurep sendiri. Padahal uda aku nantikan.

Akhirnya satu kesimpulan aku, kalo uda waktunya yah dia akan bisa.

Mau sedikit lebih lama, sewajarnya, atau lebih cepat, tapi endingnya selalu sama “indah pada waktunya”.

Hal ini juga berlaku buat kehidupan kita orang gede. Kita harus selalu percaya kalau apa yang kita kerjakan ngga akan pernah sia-sia (tentunya kerjaan yang baik loh ya.. rencana yang baik juga)

Hasilnya yah ada waktunya semua. Sama kayak nanam pohon buah. Ada yang cepet berbuah ada yang takes time. Tapi harus selalu dipupuk dan disiramkan.

Kuncinya selain sabar, ngga putus asa, adalah terus mengerjakan yang terbaik.

Aku tau ini hal yang simple diomongin yah, cenderung klise. Tapi berapa sering juga kita putus asa dan ngga sabaran?

Jadi sama-sama di moment ini kita berhenti sejenak, jangan marah dan putus asa. Flash back ke belakang. Kalau semua pencapaian kita saat ini ada proses, jerih payah dan hasilnya. Dan ini akan terjadi lagi. Sekarang. Dan di masa akan datang.

Semua akan indah pada waktunya 😊

Karena ketika kita belajar tentang hal ini dan lebih relax alias tidak terbebani, kita juga akan belajar hal lain, yaitu “bahagia itu sederhana”.

Aku belajar lagi dari Darren.

Mainan anak kecil itu banyakkk loh. Kalo semua mau dibeli, bisa gila-gilaan pengeluarannya. Belom lagi space yang makin sesak buat storingnya, dan belom lagi rasa interest dia sama mainan baru yang cuman singkat.

Jadi biasa aku “akalin” aja si Darren. Contoh dia lagi demen main kuda goyang. Aku naikin dia diguling, lalu aku goyang-goyang.

Dia bisa ketawa happy minta digoyang terus-terusan.

Di lain waktu, cukup aku kasih kertas sama tissue, dia happy robek-robek.

Kadang aku cium-cium perutnya uda ketawa ngakak-ngakak lalu aku dipeluk dicium ❤️

Bahagia itu simple.

Ekspektasi kita dan keinginan kita yang berlebih yang membuat kita sering merasa ngga puas dan merasa kalo bahagia itu mahal harganya.

Padahal bahagia itu keputusan kita. Tanggung jawab kita sendiri.

Jangan selalu melihat ke atas atau berpikir kita hanya bisa bahagia kalau A-B-C tercapai atau kita miliki.

Karena saat hal itu kita punyai, pasti ada yang kosong lagi dan bikin ngga bahagia.

Mari sama-sama belajar lagi kalau dengan mensyukuri hal terkecil maka kita bisa bahagia dengan sederhana juga ❤️

Selamat hari Minggu. Jangan lupa buat selalu semangat, bersabar, dan bahagia selalu.

Karena kebahagiaan adalah tanggung jawab kita sendiri 🙂