Sixth Sense Part 2

Been long time ngga nulis sesuatu yang bukan review, bukan motivasi ya.. Kalian masih pada inget aku pernah share tentang Sixth Sense? Dan blog itu bikin banyak sekali pertanyaan dan bahasan yang masuk ☺️

Termasuk banyak temen-temen yang penasaran. Dan actually beberapa menit sebelum mulai nulis ini, ada temen aku bilang dia lagi baca Sixth Sence Part 1. Dan karena aku punya lanjutan kisah….. So this is the Part 2. cerita dari pengalaman pribadi aku yang siap menemani Malam Jumat kalian. Pas banget kan aku publish Kamis begini hihihihihihi (coba bayangkan suara ketawa creepy😝) . But please be mindful cerita di bawah ini akan ada bagian yang kental tentang kepercayaan yang aku punya yah ☺️


Cerita yang ringan dulu ya. Taon lalu aku jalan ke Malaysia with my dear friend Mindy. Kita nginep di hotel budget aja karena kita cuma pake kamar buat tidur dan mandi kan, jadwal kita full keliling buat ngontent.

Hotelnya ini located di crowded place, bangunannya ngga bagus tapi definitely far from creepy atau old. Masukpun ngga ada sense apa-apa, happy aja.

Malem pertama lewat. Pagi ke 2, aku abis mandi dan skincare mau pake sunblock karena kita bakal foto outdoor.

Nah aku posisinya inget persis masukin sunblock ke pouch makeup. Tapi waktu aku cari ga ada.

Aku bongkar tas, bongkar koper, bongkar pouch ngga ketemu. Nyari dari santai sampe agak bete bawaannya. Akhirnya berusaha let go dan mikir “gosong ya udahlah sekali sekali”. Then aku balik lagi ke tempat pouch mau ambil barang lain.

Sunblock aku ada di dalem pouch dong… Shock banget karena tadi udah aku bongkar yang sampe semua isi pouch keluarin satu-satu dan masukin lagi.

Sejujurnya uda berasa “deg” cuman masih mikir mungkin aku yang clumsy.

Sampe malem hari nih uda pulang cape banget. Ce Mindy uda tidur duluan, aku masih main HP. Suddenly itu kamar mandi itu bunyi jet showernya (bidet ya bahasanya? Aku ga yakin) nyemprot sendiri.. udah janggal banget pas aku pastiin ke kamar mandi dong… Eh lalu ga lama, WC nya ngeflush sendiri dongggg…. jeng jeng jeng….

Kamar mandinya ngga yang automatic ya, jadi flush musti manual. Jadi untuk tetiba dia nyiram sendiri sangat ngga masuk akal.

Dari yang sok berani aku langsung merasa ganjil dan keinget kejadian pagi. Ada yang ngejahilin ini kayaknya apalagi posisinya subuh. Alhasil aku batal berani, aku bangunin ce Mindy hahahaha dan kita berdua ketakutan bego sampe baru tidur jam 7 pagi. Setelah matahari keluar terang benderang. Apalagi sekitar jam 4-5 gitu mendadak AC kamar nyala mati. Kita yang lagi super aware dan takut kan jadi kepikiran. Ternyata kalo soal AC itu automatic. Anehnya sebelum-sebelumnya dan jam lainnya AC ngga pernah nyala mati. Sejak yang kejadian toilet itu AC nya tiap berapa jam nyala mati sendiri 🤣 unforgetable banget. Tapi malam selanjutnya nyaman damai kok ngga ada yang isengin lagi.

Cerita berikutnya, sekaligus kejadian yang menurut aku bikin aku setengah trauma… ini baru terjadi dalam kurun waktu setahun ini dan buat aku pribadi merupakan kejadian paling menakutkan, paling amazing, dan trauma hahaha.

Jadi ceritanya keluarga aku kan punya beberapa aset ya. Dan lately kita memang suka anything vintage sejak punya restaurant dengan tema tempo doeloe 🙂

So we found this old house yang kondisinya bagus dan enak banget, lokasi, tata ruang, pencahayaan. Ngga ada kesan creepy seremnya walau ini rumah dari jaman lama. Dari sertifikat-sertifikat yang ada juga rumah ini milik orang lokal semua.

Jadi setelah dibeli, rumah ini direnovasi jadi jauh lebih nyaman dan dijadikan tempat persekutuan.

Buat menunjang kesan lamanya, ada hiasan-hiasan ala tempo dulu juga. Basically hiasan buat resto yang batal dipajang dipindah ke rumah ini.

Yang jaga rumah juga ngga pernah kenapa-kenapa sampai suatu hari dia mulai merasa kalo malem mau ke kamar mandi ada yang merhatiin dari lorong.

Kita cuek aja si, karena buat aku sama adek aku ya rumah ini cukup bersih. Kita ngga “detect” aneh-aneh. Dan satu sore, my parents ngundang temen berkumpul dan ada yang peka juga.

Dia bilang mohon yang di lorong biar lebih terang aja soalnya kayak ada aura ngga enak di sana. Ini mama aku cerita ke aku. Karena posisinya aku hampir ngga pernah ke rumah ini semenjak dibeli dan persekutuan pertama. Spontan aku merasa “masa si?”

Then i prayed. Pray lebih kayak minta perlindungan aja sama Tuhan biar semua aman terkendali, kasian kan kalo penjaganya kenapa-kenapa, toh rumahnya juga uda diberkati, dipakai buat persekutuan pula.

Then saat doa aku dapet gambaran/penglihatan tentang perempuan pakai baju adat jawa, dengan selendang seperti penari.

I did tell my parents tapi mereka juga cuma kayak “oya ya..”

Nothing happen ya 🙂 sampai udah berbulan-bulan akhirnya aku ikutan persekutuan lagi bulan itu, dan kaget banget waktu ngeliat ada lukisan di mana itu persis sama “penglihatan” yang aku dapet waktu lagi tutup mata berdoa.

Aku nanyain ini dari mana, sejak kapan.. Ternyata itu cuma dari Pinterest. Nothing superficial atau too old sebetulnya. Tapi exactly seperti yang aku liat then i reminded them tentang yang aku kasih tau saat aku doa. My dad sempet diem dan tanya “apa kita buang aja ya?” Aku bilang “udah ngga pernah ada kejadian kan? Harusnya uda kosong kali ya” dan ga perlu dibuang intinya.

Little that i know what would happen next bakal mengerikan…

Jadi setelah itu yang jagain mulai merasa ada yang ngelihatin lagi, ada bayangan dan lain-lain yang buat ngga nyaman.

Sampai one day sehabis kerja, kita putuskan panggil pendeta bukan untuk persekutuan as usual, tapi untuk “pengusiran”.


The nightmare

Jadi ketika kita sedang berdoa, Pak Pendeta menyebut dengan spesifik kata-kata tentang pemutusan ikatan dengan tumbal yang mungkin pernah ada yang kita tidak tahu, dan sejenisnya.

Dan pada saat Pak Pendeta mengucapkan itu, mendadak seperti ada suara dentuman keras di telinga kiri aku. Lalu jantungku berdetak super kencang. Seperti orang ketakutan. Bukan takut dengan “wah apa ada hantu ya?” Tapi aku takut dengan doa yang diucapkan orang-orang di sekitar.

I know there’s something wrong!

Pendeta selesai berdoa, mau lanjut ke acara berikutnya tapi aku berhentikan. I told him what happened inside of me dan aku bilang “plis ini aku tau aku ga bener”. True enough mendadak aku…. mungkin yang disebut orang kerasukan.

I can’t control myself screaming, berontak, menyebut nama lain.

One thing that i know.. ketika orang kerasukan setau aku mereka lupa, ngga inget, 100% kehilangan kontrol.

What happen to me adalah aku inget semua kejadian 100%, aku mungkin kehilangan kontrol di luar dengan screaming dan berontak, tapi di dalam aku berdoa kuat. Bahkan terkadang aku bisa doa dengan kenceng dan sadar.

Seolah lagi berebut badan biar ngga diambil alih. I can tell you that happened quite long, and all draining.

My parents kept yelling on my ears doa-doa mengusir setan, my dad keep saying “in Jesus name” sambil bilang “sebut Yesus, ce” dan setiap kali dengar kata “Jesus” aku meronta makin gila. Dalam hati aku uda teriak “Yesus… Yesus” but di luar aku cuma bisa bilang “YE…” “Ye….” ngga mampu keluar kata-katanya.

On my last epic battle i even said dalem doaku “Tuhan, plis aku uda cape. Aku ngga kuat aku ngga bs kontrol badanku lagi. (Ini kondisinya aku tau abis ini aku bakal semacem ketiduran then maybe akan 100% makin kerasukan). Please finish this. Let me be Your vessel. Perlihatkan apa yang mau Kau lihatkan, biarkan kakiku melangkah sesuai tujuanMu, dan tanganku mengerjakan apa yang mau Kau perbuat. Aku serahkan diriku dalam tanganMu”

Please don’t ask me kenapa aku doanya begitu. It happened just like that.

Dan setelah aku selesai ngucap itu dalam hati, just like that, pufff di luar aku bisa teriak “YESUS” dan aku langsung bisa duduk ngga teriak-teriak. 100% normal.

Traumatic? Yes…. Scary? YES. Aku ngga tau kenapa itu terjadi, aku ngga lagi melamun atau apapun juga. Lagi doa serius ketika tiba-tiba di telinga kayak ada suara dentuman keras.

But what happen next adalah, aku tiba-tiba berdiri, took the annointing oil, aku percikkan ke area-area yang aku juga ga even tau. Also, bukan dengan keinginanku, aku ambil beberapa lukisan-lukisan dan buang ke lantai. Lanjut keluar, ke beberapa pintu, ke beberapa tembok.

Yang ternyata Pak Pendeta juga diarahkan ke tempat yang sama persis yang aku tuju.

Selesai semua kita singkirkan dan doakan yang “ada penunggunya”, terakhir kita bakar lukisan. Lukisan dari Pinterest, lukisan yang ngga serem sama sekali tentang si penari berbaju adat.

Tau ngga aku cuma pernah liat di film ada api warnanya hijau. Biasanya di film2 witchcraft. Dan hasil bakaran ini warnanya hijau banget, panas banget. Well if you google it, api hijau itu normal karena pembakaran boron, yang ngga biasa harusnya senyawa ini ngga ada di kandungan kertas A4 biasa. Kita semua juga heran. Itu malem yang berbekas buat aku.

Malem di mana aku tau, nama Yesus itu sebegitunya. Bener-bener bisa bikin panas, bener-bener menyembuhkan juga. Bener-bener tau waktu Tuhan ngga pernah terlambat. Bener-bener tau Tuhan bisa pake siapa aja.

Bayangin aku yang kata orang abis kesurupan/ketempelan, bisa juga dipakai untuk buang semua benda yang “berisi”. Dan lucunya aku ngga pake softlens dan kacamata, biasanya uda buta (-5.25 dan -5.00 belum lagi silinder), ini aku bisa jalan dengan tegas tau harus ke mana, melihat super jelas… dan setelah itu burem lagi semua matanya. Dan tersisa badan yang cape.

Jadi, jangan pernah kecil hati. God is with you, He will never ever leave you nor forsake you. And when you cast everything on Him, He will fight for you.

Aku tau jelas ketika aku ketempelan itu aku meronta dan doa dalam hati teriak, tapi aku ngandalin kekuatanku sendiri. Aku ngandalin doaku, aku bukan mengandalkan Tuhan. Ya walo doanya ke Tuhan. Tapi fokusnya “aku doa, aku bisa”

And yes bener doa dalam nama Tuhan itu berkuasa buktinya aku masi tetep sadar ga bener2 kerasukan. Bisa inget. Dijagain kan.

Tapi the power itu dari Tuhannya sendiri. Ketika kita berserah dan fokusnya ga ke kita tapi Tuhan. God, i can’t but You can.

And puffft He take over everything. Just like my story kan ketika aku specifically doa bilang “Tuhan aku ga kuat… aku serahkan ke Tuhan.” Dan semua langsung selesai.

If only i said this earlier ya kannnn..

Inget ngga ilustrasi orang tenggelam di pantai, Lifeguard ngga akan dateng mendekat kalo orang ini masih berontak berusaha keluar dari air… tapi dia dideket untuk segera menolong, siaga. Just when the drowning person stop meronta trying to save dirinya, baru Lifeguard bisa dateng dan bawa orang ini. Ini bukan cuma ilustrasi tapi pengingat nyata. Kalau ketika kita masih mengandalkan diri dan merasa mampu, we can never see God in all His glory and mighty. It is when we are at the end of ourselves, we know kalo tanpa Tuhan we are nothing. We know that we need Him. Dan kita tau sumber segala keberhasilan, keselamatan/protection ya dari Tuhan alone.

Dari sana merupakan titik balik aku. Sekarang kalo apa-apa, aku akan start semua dengan Tuhan dulu. Tuhan di depan ☺️ and true enough dari every mess, storms that i’ve been through setelah itu, jadi easier..

Aku lebih tenang dalam segala hal, harapanku kayak ngga ada matinya. I know that I know that I know, i have a living God. All powerful, all loving.. yang, sesayang itu sama aku… Seriously.


The mistery remain. Pendeta aku juga bilang selama ini kalo ada yang ketempelan ato kerasukan pasti ngga sadar.

Kenapa aku sadar?

Katanya orang beragama dan ngga ngelamun ngga bisa kemasukan. Kenapa aku bisa?

Well all the questions remain, i know i can be a testimony too. Menceritakan tentang surrender. Menceritakan how powerful my Jesus’s name and all the wonderful things dari Tuhan.

Setelah kejadian itu aku ngga pernah lagi ngalamin yang aneh-aneh.

Only few nights ago… subuh. Around 3 AM (what is exactly happening between me and 3 AM???)

Ditengah tidur aku merasa ada bayangan putih sekelibat dekat mata.. aku pindah posisi tidur.

Lihat bayangan putih lagi and all of the sudden bayangan itu menerobos masuk dan aku langsung doa kenceng dari hati (screaming di hati) yang ga bisa keluar sampai akhirnya suaraku berhasil keluar dan aku terduduk kaget.

Suami juga kaget tanya aku kenapa..

Aku ngga bisa tau itu aku mimpi, atau bener-bener terjadi…………..

Not again… rite?

Published by angeliasamodro

Hello, World! My name is Angelia, currently living in Surabaya - Indonesia. This blog is about a little thought of mine regarding girl's talk, beauty, food, fashion and travel, as well as parenting as myself is a mommy. Hope you really have a good time reading my blog peeps! Get in touch with me through Instagram: angeliasamodro or email me at hello.angelias@gmail.com

One thought on “Sixth Sense Part 2

  1. Nice story Mba …. kebetulan aku juga peka kalau kita lagi drop or capek kadang kalau ada yang muncul2 ya takut. Tapi sebenernya kemunculan itu sebenernya mereka ingin menyampaikan pesan Mba. Dan mereka tau orang2 yang peka dan biasanya kayak magnet gitu mendekat …. Gitu Mba ….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: