Hang On, Mom! You Got This!

Hi semuanya. It’s been a while ya aku ngga post blog tentang Parenting. Dan hari ini aku mau berbagi cerita dengan kalian.

Post ini dilatar belakangi chat dari sepupu yang lagi curhat mau menyapih si kecil.

Oh buat yang asing apa itu menyapih, menyapih itu perpindahan minum si kecil seperti dari Breastfeeding ke botol/gelas. Kalau anak yang sudah minum botol, mau pindah ke gelas juga disapih istilahnya.

Jadi sepupu aku lagi galau antara kasian sama anaknya karena jadi rewel, ngga tega, juga sama gemes pingin biar cepet naik level istilahnya. Kebayang banget si hecticnya, pusingnya.

Hari ini aku mau cerita tentang namanya Proses. Ya dalam segala sesuatu ada Proses. Dan kuncinya adalah Persistensi agar Proses cepat berakhir. Karena tanpa komitmen, tanpa persistensi, proses akan semakin lama ngga kelar-kelar.

Aku sebagai mama juga sudah mengalami proses ini. Perpindahan dari BF ke botol aku berlangsung sangat cepat dan tanpa halangan karena saat itu aku sakit dan ASI berhenti total. Jadi anak aku tidak ada pilihan dan puji Tuhan dia langsung mau juga sama botol.

Aku mengalami kendala waktu mau belajar melepas pampers. Hoooa dari Darren berusia 2 tahun tiap siang udah kita biasakan dimenitin, ajak ke toilet buat pee. Kalau siang aman tapi malam masih pakai pampers. Lalu siang sukses tanpa ngompol, kita coba malamnya.

Wah berantakan sekali, ngompol sprei basah semua. Baju kita ikutan basah. Subuh-subuh harus bangun lepasin sprei, gantiin baju anak, ganti baju sendiri. Marah yaa marah dan sebel banget.

Lalu sampai usianya 3 tahun baru sukses malampun tanpa pampers. Tapi ini setiap subuh aku pasang alarm buat bangunin dia pee ke toilet. Nangis-nangis. Akhirnya setelah lewat usia 3 tahun, Darren sudah tidak perlu dipasang alarm tiap subuh. Kalau dia mau pee dia otomatis bangun. Kalau tidak bangun artinya baru pagi pee, aman ngga pernah ngompol lagi.

2 tahun – 3 tahun usianya, brati aku memerlukan proses 1 tahun untuk dikatakan 100% sukses sudah tidak ada kegagalan sama sekali dalam melatih si kecil pee sendiri ke toilet.

Lalu proses minum susu dari botol ke gelas. Sejak usianya 3.5 tahun setiap siang Darren minum dari gelas, tapi malam hari dan subuh masih dari botol. Iya loh subuh masih minta susu. Kalau ngga dikasi, nangis teriak-teriak. Walau hanya buat tombo pengen istilahnya, jadi minim subuh masih minum 50ml-150ml.

Saat umurnya 4 tahun kurang 1 bulan aku tekadin malam juga minum dari gelas. Subuh harus duduk pake gelas dulu. 2 hari tiap subuh nangis kenceng banget. Aku uda mau kasih dot lagi, tapi Suami tegas bilang “ayo Darren duduk minum susu”. Untungnya kali ini Darren usianya uda besar ya dia lebih ngerti jadi setelah 2 hari rewel, hari ke 3 berhasil. Subuh pun duduk dulu minum dengan gelas.

Selanjutnya, subuh uda ngga cari susu sama sekali. Dan kalo sehari-hari mau susu tinggal ambil gelas tuang sendiri. I’m a happy mom.

Proses makan sendiri juga loh. Harus disuapin. Kalo bukan mie atau fried chicken ngga mau makan sendiri. Sampai akhirnya bisa makan sendiri. Awalnya butuh 2.5 jam untuk habis. Sekarang perlu 30 menit – 1 jam tergantung dia makannya fokus atau asik lihat TV.

Perjalanan panjang ya mom buat di setiap transisi. Karena itu, Hang On Mom! You got this! We all got this!

Jadi kalo dari cerita aku, seperti aku share di awal, kita perlu:

1. Konsistensi dan Persisten

Ini berati kita harus setia dengan proses. Kalau sudah kita targetkan, kita harus go. Ngga boleh ditoleransi lagi atau akan semakin lama menyelesaikan target.

Nah di sini tricknya adalah tidak membawa perubahan secara mendadak. Tapi perlahan.

Misalkan lagi menyapih, jangan 24 jam langsung diubah. Anak juga akan kaget dan tidak nyaman. Keluar dari comfort zone sangat tidak enak bagi semua usia.

Misal siang dulu kita tegasin harus pake gelas, malam baru botol. Siang tanpa pampers, malam pampers. Jadi anak juga mengerti. Tidak nyaman tapi tidak sampai memberontak parah. Paling tidak bukan seharian dia jadi rewel kan. Jadi kita para mommies punya waktu buat bernafas lega dulu.

2. Komunikasikan Selalu Pada Si Kecil

Aku selalu bilang ke Darren seperti “Darren good boy nya mami, darren kan uda mulai gede yah. Yuk besok kita pee di toilet tanpa pampers yah. Kayak mami loh. Mami kan uda gede ya? Mami kan ngga pake pampers. Kita coba ya. Tau ngga kenapa Darren bisa itchy pantatnya? Itu kegesek sama pampers terus loh”

Setiap hari aku akan infokan ke dia aku punya plan seperti apa. Bukan hanya info aku juga memberikan good points dari target. Seperti lepas pampers itu tanda sudah big, ngga gatel gatel lagi loh tanpa pampers.

Okay di sini akan ada pertanyaan “ya Darren kan uda gede ya. Dulu juga problem awal pindah pampers kan uda 2.5 tahun ya. Anak saya masi kecil mom

Moms, kita semua tau kan kalau si kecil sudah mengenal suara bundanya sejak dari dalam kandungan. Bahkan setiap doa ucapan kita anak juga mengerti walau dia masih kecil. Ibu yang sedih, anak akan rewel. Ibu yang ceria anak juga ceria.

Jadi percayalah ucapan kita tidak sia-sia. Anak akan mengerti. Mengenali tujuan kita.

3. Berikan Pujian Di Depan dan Setelah Selesai

Ngga dipungkiri baik dewasa maupun anak kecil, pujian itu booster paling mujarab untuk menambah confident dan semangat.

Aku selalu memulai dengan Darren Good Boy. Jadi dia senang. “Wah aku ini anak goodnya mommy loh”

Kalau sukses aku akan selalu “woooow anaknya mami so cool ya luar biasa!” Dan aku akan selalu bilang di depan Darren menceritakan achievement dia ke Daddynya, ke grandparentsnya. Jadi dia denger dan dapet pujian dari banyak orang. Jadi semakin semangat untuk bisa lagi.

“Kalau gagal gimana mom?”

Ngga dipungkiri yah kalo mood aku lagi baik aku akan dengan gampang bilang “it’s okay besok kita coba lagi ya. Pasti bisa kok”

Kalo uda terlanjur cape kesel bete, aku juga manusia yang masih banyak belajar dan ngga lepas dari salah. Aku bisa marah, naikin suara. Darren end up nangis deh.

Tapi setelah aku udah bisa tenang juga, aku akan ajak bicara lagi. Balik ke step nomer 2 dengan infokan tujuanku itu apa sih, dan aku akan bilang Darren good boy kok besok pasti bisa. Kita coba lagi ya.

Jadi ya walo sempet kena marah, aku ngga biarin pedenya dia hancur gitu aja. Disemangatin lagi.

Mommies, aku bukan mommy yang paling bener yah. Aku ini banyak marah juga loh suka kehabisan kesabaran. Ngurus anak seharian, dealing sama dapur dan rumah tangga, masih sambil kerja juga dan blogging.

Aku cuma mau share aja karena setelah 4 tahun ini ya semua tentang proses. Dan ngga berhenti di sini. Di depan akan selalu banyak proses lainnya lagi. Dan kuncinya akan selalu tetap sama. Konsistensi kita, cara kita menyampaikan ke anak agar dia juga tau next levelnya apaan, dan kepercayaan diri dia. Lalu selanjutnya adalah 2 hal crucial lainnya:

4. Kesepakatan Suami Istri

Mommy dan Daddy harus sepakat untuk target dan timeline.

Saat proses menyapih Darren yang malam, saya hampir keluar dari target kalo bukan karena suami tegas say NO ke Darren. Saya sudah hampir kasih dot setelah 2 malam ngga tenang istirahat Darren teriak-teriak nangis.

Di sini misal salah satu sudah mau serius, tapi pasangan berat hati karena cape, karena ngga tega, tentunya proses akan lebih lama lagi.

Jadi sangat baik untuk dikomunikasikan dan disepakati. Sehingga waktu ada kendala, pasangan bisa mengingatkan dan membuat kita tetap on track.

Di sini akan sedikit berat karena saya tahu di luar sana banyak para Ayah yang tidak mau diganggu. Jadi ibu juga suka tidak tega kasian ayah cape kerja, kasian anak, kasian diri sendiri juga sudah cape seharian.

Once again, Hang On Mom! You Got This!

Karena ini bukan jalan buntu. Point terakhir dan yang terpenting adalah:

5. Libatkan Selalu Tuhan dalam Keluargamu

Bukan, mommynya Darren bukan lagi orang yang sok suci atau mau lecturing atau mau mengagamakan kok. Di sini saya murni sharing karena kalau tanpa campur tangan Tuhan, sudah hancur keluarga saya.

Saya sudah tidak kuat lagi harus mengurusi banyak hal dengan hanya 2 tangan dan waktu 24 jam. Belum lagi saya perlu waktu Me Time to keep me sane juga kan. Biar tetep waras.

Jadi memang hanya melalui DOA semua ini lebih mudah.

Ada kekuatan baru setiap saatnya. Walaupun sudah marah-marah dan merasa lelah atau gagal. Tapi ada kasih dan semangat baru.

Doa ini juga yang selain memberi kemampuan bertahan, memberi anak juga baik pada saat kita sudah merasa diujung tanduk, mengubahkan para suami-suami juga loh. Tetiba suami sedikit lebih mengerti dan bisa membantu hari itu. Akhirnya ngga bad day sampai dibawa tidur, tapi ada saat yang manis menutup hari.

Jadi mommies, daddies, hang on there ya! Kita sama-sama berjuang sama-sama setia pada proses kita.

Menjadi Ibu memang paling mulia ya. Semua kerja keras, keringat, yang tidak terbayatkan dengan nilai uang. Tapi dengan karakter dan keberhasilan anak kita.

Karena saya sudah 4 tahun di sini jadi saya mengerti oh ini proses. Panjang ya. Ada lagi ya. Mau nangis lagi ya. Kapan selesai lagi ya.

Tapi mungkin bagi para mommies baru masih di tahap awal dan masih bingung. Seperti sepupu saya. Maka dari itu saya sharing sedikit jadi kalian tidak sendirian 🙂 We’re on the same boat. Buat yang anaknya tenang terus, baik terus, kalian harus benar-benar bersyukur jadi segala ke hectic an dan kepanikan bisa dihindarkan dari kalian 🙂 banyak yang struggle di luar sana.

Semoga tulisan ini bisa menyemangati kalian semua.

Yours truly,

*semua gambar untuk keperluan ini diambil dari berbagai sumber melalui Pinterest

Published by angeliasamodro

Hello, World! My name is Angelia, currently living in Surabaya - Indonesia. This blog is about a little thought of mine regarding girl's talk, beauty, food, fashion and travel, as well as parenting as myself is a mommy. Hope you really have a good time reading my blog peeps! Get in touch with me through Instagram: angeliasamodro or email me at hello.angelias@gmail.com

4 thoughts on “Hang On, Mom! You Got This!

  1. Terima kasih kak Angel sudah berbagi, meskipun saya belum menjadi ibu, tapi artikel kak Angel sangat membantu dalam menyikapi sebuah proses. Semoga kalau waktunya tiba, saya bisa menjalaninya dengan baik seperti kak Angel. God bless you 🙏.

    Like

  2. Im so amazed of the way you write this kak. Walaupun aku blm jd ibu dan rasain gimana rasanya ada di fase itu, but im sure this can give more spirit fore many moms if they read this❤ and i love when you say that selalu libatkan Tuhan. Thatss thee reall truee bcs Tuhan lah yg bakal nguatin kita disaat kita udh bener2 lelah
    Thankyou kak, ttp semangat, God bless all of your process❤❤❤

    Liked by 1 person

  3. wahh ci😍😍 salut bgt cii💯 Cici bisa kepikiran buat blog ttg ini.. sangat bermanfaat ci buat semua orang.. kelak kalo aku sudah berkeluarga.. bisa diterapkan tips” dari cici.. bener ci dalam segala kondisi, segala hal ttp andalkan Tuhan 🙏🏻

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: