Resilience: New Way to Prepare Your Child Future Ready

Halo kepada teman-teman pembaca Angelworlds.

Hari ini aku mau sharing hal yang aku dapetin dari acara Talkshow Nutriclub berjudul: Resilience is the New Way to Prepare Your Child Future Ready.

Talkshow Mengembangkan Karakter Tangguh

Walaupun acaranya oleh Nutriclub dan ada judul “child”nya, bagi kalian yang masih belum berkeluarga dan masih muda, aku harap tetep stay di sini dan baca karena aku yakin kalian juga akan dapat point bagus untuk mengembangkan diri dan siap menghadapi era yang semakin tidak menentu.

Tanpa berlama-lama, yuk aku share ilmu berharga dari talkshow ya.


Talkshow ini berlangsung di Four Points Hotel by Sheraton Surabaya di Pakuwon Mall tanggal 12 Desember 2019 dipersembahkan oleh Nutriclub direpresentasikan oleh Mba Vega Gupta selaku Senior Brand Manager dari Nutrilon Royal, dengan nara sumber Psikolog Keluarga dari Rumah Dandelion – Mba Nadya Pramesrani,M.Psi, dan bintang tamu yang sharing juga, Mama Selebriti – Mba Nadia Mulya.

Sebagai brand global yang cukup besar dan ternama, sudah ada juga sejak lama, Nutrilon membuat Global Campaign sebagai komitmennya untuk menyediakan gizi baik sekaligus juga raising awareness kepada orang tua untuk dapat membesarkan anak-anak hebat, mengingat dunia semakin berkembang.

Pembicara hari ini: (ki-ka) Vega Gupta dari Nutrilon, MC, Nadia Mulya ibu dan selebriti, Nadya Pramesrani psikolog keluarga

Jadi saat ini kita hidup dalam VUCA world di mana dunia ini selalu bergerak dengan cepat (Volatile), tidak pasti (Uncertain), kompleks (Complex), dan ambigu (Ambiguous).

Generasi ini (dan ke depan) akan dihadapkan dengan perkembangan serba cepat, sangat kompetitif, tidak pasti, dan belum lagi tantangan luar seperti perubahan iklim, virus, issue sosial, juga dari dalam si kecil.

Menghadapi perubahan cepat dan ketidakpastian, akan membuat banyak orang (juga anak kita) mungkin menjadi takut, tidak nyaman.

Yang bahaya adalah ketika lingkungan tidak nyaman lalu si kecil menjadi takut dan stop mencoba. Ini yang perlu dihindarkan. Maka dari itu selain dibekali dengan kemampuan akademis, si kecil perlu dibekali dengan fisik yang tangguh (nutrisi yang baik) dan pengembangan karakter agar menjadi tangguh (resilient).

“Karakter tangguh tidak muncul dengan sendirinya atau bawaan dari lahir,” kata Mba Nadya Pramesrani selaku Psikolog dari Rumah Dandelion, “tapi harus di nurture, dibiasakan”.

Di sini peranan orang tua sangat dibutuhkan. Akhirnya bukan hanya anak yang tangguh, orang tua juga akan belajar mencoba dan jadi tangguh juga. Sehingga baik anak dan orang tua jadi sama-sama lebih siap lagi dengan era yang berbeda.

Karakter Anak Tangguh

Apa sih karakter anak yang tangguh itu? Anak yang tangguh itu:

1. Adaptif = mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi sekitar yang dihadapkan

2. Gigih = tidak mudah putus asa, melakukan sesuatu hingga tuntas, teguh pada pendiriannya

3. Berani = siap menghadapi hal baru dengan mengalahkan rasa takut dan khawatir

4. Mandiri = mencoba segala sesuatu sendiri dan tidak mudah meminta bantuan untuk menyelesaikan hal-hal baru

5. Banyak akal = mencari solusi untuk tantangan yang dihadapi

Lalu bagaimana caranya agar anak menjadi tangguh?

Melalui pengalaman bermakna atau purposeful exposure. Artinya orang tua dengan sengaja memberikan tantangan yang sesuai dengan usia dan kapasitas si kecil. Manfaatnya adalah agar anak juga jadi tahu limit dan kemampuannya yang untuk mengahadapi masalah.

Purposeful Exposures dapat dilakukan dengan mengajak travelling karena anak akan dihadapkan dengan sesuatu di luar rutinitas / kebiasaannya, outbond untuk melatih kekuatan fisik dan keaktifan anak, serta family simple project seperti membuat mobil dari kardus, atau kreativitas lainnya.

Hal ini berbeda dengan daily exposure yang artinya dari kebiasaan sehari-hari lama-lama terbisa dan dari tidak bisa menjadi bisa.

Selain itu, penting sekali agar orang tua juga keluar dari comfort zone dan mau mencoba hal bersama si kecil. Orang tua juga tidak boleh mengeliminasi proses belajar si kecil.

Contoh yang mudah adalah ketika si kecil misalnya bertanya “bagaimana rasanya berada di puncak gunung ya?”

Orang tua mungkin akan menjawab “yaa setau Mama dingin. Pemandangannya bagus”.

Selain itu orang tua perlu mengajak si kecil seperi “Ayo kita cari tahu yuk seperti apa rasanya di puncak gunung”. Pergi travelling bersama dan mencoba.

Membuat si kecil mengeksplor rasa ingin tahunya dan menjadi supportif untuk prosesnya.

Kapan anak mulai harus ditanamkan dan dilatih untuk jadi tangguh? Sejak dini, di usia 1-5 tahun usianya. Ini masa paling prima.


Untuk mendukung campaign #RaiseThemReady #BeResilient, Nutriclub punya pop up store di Pakuwon Mall LG floor (depan Zara dan Stradivarius) mulai 12 Desember – 15 Desember 2019 bernama Royal Lounge.

Royal Lounge di Pakuwon Mall LG floor

Di Royal Lounge ini, parents dapat melakukan sesi konsultasi oleh expert (dari Rumah Dandelion) mengenai cara membesarkan anak agar menjadi tangguh dan lain sebagainya.

Sesi konsultasi dapat dilakukan perorangan maupun grup sharing.

Sesi Konsultasi Private Saya
Group Consultation

Selain ada sesi konsultasi dengan expert, ada aktivitas juga untuk si kecil untuk meningkatkan resiliensinya.

Ada permainan edukatif berupa permainan analog dan digital.

Permainan Edukatif Digital Play di Royal Lounge
Permainan Edukatif Analog Play di Royal Lounge

Inti dari permainan yang disediakan ini adalah agar anak tidak mudah putus asa, mau bangkit dan mencoba lagi.

Analog Play untuk melatih motorik dan kreativitas
Digital Play ini memiliki 3 jenis permainan di dalamnya

Totalnya ada 4 permainan yang disediakan.

Dan permainan-permainan edukatif ini selain untuk melatih karakter resilient anak juga bertujuan untuk meningkatkan bonding bagi orang tua dan si kecil.

Selain melakukan talkshow (edukasi) dan purposeful exposure di Pakuwon Mall, Nutriclub juga mempunyai informasi dan edukasi lengkap melalui websitenya di www.nutriclub.co.id

Di website ini disediakan informasi seputar nutrisi, juga stimulasi yang sesuai usia anak, dan ada juga beberapa tes yang bisa membantu parents.

Ada Tes Resiliensi untuk mengasah ketangguhan si kecil, ada Baby Cost Calculator untuk perhitungan perencanaan kebutuhan si kecil, ada Alergi Expert untuk deteksi resiko alergi si kecil sejak dini.

Contoh hasil tes resiliensi di website

Di atas adalah contoh hasil Tes Resiliensi . Selain ditunjukkan persentase dan mana area yang masih perlu ditingkatkan lagi, ada tips juga bagaimana untuk mengembangkan area yang masih kurang tersebut.

Sangat interaktif dan membantu sekali supaya kita dapat memberikan stimulasi yang tepat juga pada si kecil.


Dari menghadiri talkshow dan melakukan konsultasi, aku juga jadi belajar banyak. Aku juga baru menyadari kalau sebagai orang tua aku sering mengeliminasi proses belajar anak, aku hanya berpikir “ahh ini memudahkan aku, ngga merepotkan”

Contoh: ketika Darren bilang pakai sepatu susah.

Maka aku akan persiapkan dulu dengan gampang sehingga dia hanya perlu melakukan last step nya.

Aku berpikirnya “ini biar cepet berangkatnya. Nanti kalo uda gede juga bisa sendiri kok”.

Tanpa disadari ini akan membuat kegigihannya jadi berkurang kalau dia selalu bergantung.

Hal hal simple yang aku kira bakal baik-baik saja.

Aku harap dari sharing blog ini temen-temen juga mau belajar keluar dari comfort zone dan mau memberikan dorongan agar anak-anak kita ini nantinya “tahan banting”.

Agar siap dengan masa depan yang semakin cepat dan tidak menentu. Agar tidak mudah putus asa dan terus bangkit. Agar sukses selalu.

Jangan lupa yang di Surabaya bisa mampir juga ke Pop Up Store Royal Lounge di Pakuwon Mall hingga 15 Desember 2019 yah.

Bagi yang belum sempat, semoga materi di sini membantu. Dan bisa dapatkan informasi lengkap dengan bergabung di Nutriclub dan melakukan tes resiliensi yah.

Have a good day!

Published by angeliasamodro

Hello, World! My name is Angelia, currently living in Surabaya - Indonesia. This blog is about a little thought of mine regarding girl's talk, beauty, food, fashion and travel, as well as parenting as myself is a mommy. Hope you really have a good time reading my blog peeps! Get in touch with me through Instagram: angeliasamodro or email me at hello.angelias@gmail.com

2 thoughts on “Resilience: New Way to Prepare Your Child Future Ready

  1. Tulisan yang sangat menarik, Kak. Saya harap kegiatan seperti ini sering-sering dilakukan, dan semakin banyak orang tua yang ikut serta menyadari pentingnya perkembangan psikologi anak.

    Saya jadi sangat terinspirasi nih! Kece!!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: